Lukas 7:11-17
“Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,
lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
(Lukas 7:13)
Dekat pintu gerbang kota Nain, ada rombongan besar yang sedang mengantarkan jenazah anak laki-laki, anak tunggal seorang janda. Untung di dekat pintu gerbang Nain itu, rombongan ini bertemu dengan Yesus. Perjumpaan dengan Yesus mengubah segala-galanya. Yesus selalu mempunyai perhatian penuh terhadap setiap orang yang menderita dan tidaklah mungkin orang yang menderita itu akan ditinggalkan-Nya. Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Matius 5:4). Seberapa banyak kali Yesus melihat orang yang menderita, lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Luar biasa perjumpaan dengan Yesus di pintu gerbang Nain itu, karena saat itu telah terjadi perubahan dari dukacita menjadi sukacita. Pintu Gerbang Nain itu sesungguhnya adalah hati kita. Jadi kalau kita mau membuka pintu gerbang hati kita bagi Yesus, maka Dia akan menjamah dan kuasa Firman-Nya akan menghidupkan serta mengubah keputus-asaan menjadi hidup yang penuh pengharapan.
Yesus tahu kepedihan hati kita bahkan Yesus juga tahu segala beban penderitaan hidup kita. Meskipun Tuhan bersemayam di tempat Mahatinggi tetapi Ia juga tinggal dalam hati orang yang hancur dan rendah hati untuk menghidupkan semangat orang-orang yang hancur dan rendah hatinya (Yesaya 57:15). Mengapa Yesus berkata: “Jangan menangis!” Karena air mata tidak akan pernah menyelesaikan beban persoalan hidup ini. Hanya kuasa Tuhan yang mampu menyelesaikan segala persoalan dan beban kesedihan hidup kita. (SHP)
Yesus tahu persis setiap penderitaan kita
dan Dia siap menolong jika kita mau membuka hati untuk Dia.
Tags: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno, PERJUMPAAN DENGAN YESUS
II Tawarikh 20:1-15
“Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka?
Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini,
yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan,
tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.”
(II Tawarikh 20:12)
Ayat tersebut adalah pernyataan seorang raja yang bernama Yosafat ketika menghadapi serangan dari Bani Amon dan Moab. Raja Yosafat menjadi takut, ia mengambil keputusan untuk mencari Tuhan dan menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Raja Yosafat merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melawan musuh yang menyerang Yehuda. Meskipun dalam keadaan tidak berdaya, Yosafat selalu mengarahkan pandangan imannya kepada Tuhan. Dalam perhimpunan jemaat saat itu, ada seorang hamba Tuhan dihinggapi Roh Tuhan dan ia berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” (II Tawarikh 20:15).
Bila kita memiliki urapan Roh Tuhan, kita akan diteguhkan sehingga dengan iman kita dapat merasakan kehadiran Tuhan. Setiap kita tentu pernah mengalami rasa takut, tetapi jika kita dipenuhi dengan Roh Tuhan, kita akan berani menghadapi setiap persoalan. Bersama dengan Tuhan, kita mendapat kekuatan baru. Sebab itu arahkanlah pandangan iman kita hanya kepada Tuhan. Janganlah kita mengarahkan pandangan kita kepada pencobaan yang kita hadapi. Musuh atau si iblis seringkali mengintimidasi kita, tapi dengan iman dan urapan Roh-Nya kita akan diberikan kemampuan untuk mengalahkan setiap persoalan karena Tuhan yang berperang ganti kita. (nest)
Jangan takut dalam menghadapi tantangan yang ada di hadapan kita,
karena Tuhan pasti membela orang-orang yang takut akan Tuhan.
Tags: PANDANGAN YANG TERTUJU PADA TUHAN, Pdt. Ernest Kiling
Matius 13:24-30
“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.”
(Matius 13:24)
Yesus adalah Sang Penabur yang menabur benih yang baik dalam kita. Tetapi pada waktu malam pada situasi gelap karena dosa, iblis menabur benih yang tidak baik yaitu lalang. Apakah beda gandum dengan lalang? Gandum jika sudah berisi, maka ia akan tunduk ke bawah sedangkan lalang tidak. Lalang dalam pertumbuhannya selalu tegak ke atas, ia menganggap dirinya hebat. Ketika ada pegawai yang ingin mencabut lalang itu, tuannya melarang. “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13:30. Kalau tuaian besar itu datang, yang pertama dikumpulkan adalah lalang untuk dibakar. Orang Kristen yang mempunyai sifat seperti lalang akan dikumpulkan dan dibakar dalam api penghukuman. Orang Kristen yang mempunyai sifat gandum dikumpulkan untuk masuk ke dalam gudang. Ada saatnya orang yang tinggi hati atau sombong akan dicabut, dikumpulkan untuk dibakar dalam api penghukuman yang kekal.
Secara pribadi di dalam diri kita juga ada dua karakter yaitu karakter yang baik seperti gandum atau seperti lalang yang tidak mau tunduk pada Firman Tuhan. Pribahasa Jepang mengatakan: “Padi yang bagus akan tunduk.” Semakin tunduk maka semakin bagus dan berisi. Apakah kelebihan gandum daripada lalang? Gandum dapat mengenyangkan, setelah gandum ditumbuk maka jadilah tepung yang dapat dibuat menjadi roti serta makanan lainnya. Yesus adalah ‘Roti hidup’, Dia telah ditumbuk di Getsemani, Dia disalibkan sehingga Dia menjadi Roti hidup. (JEA)
Yesus telah memberi seluruh hidupnya untuk kita,
sudahkah kita juga memberi hidup untuk Tuhan dan sesama?
Tags: MEMBERI HIDUP KITA, Pdt. J. E. Awondatu
Yesaya 14:11-15
“Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.”
(Kejadian 11:1)
Ayat ini akan disempurnakan di akhir zaman. Bahasa Eden yang sudah dicemarkan oleh dosa manusia, akan Tuhan pulihkan melalui bahasa iman dan bahasa urapan Roh Kudus. Ketika kita memiliki bahasa yang Tuhan pulihkan, maka kita diberi kuasa untuk menaklukkan tantangan yang menghambat perjalanan hidup kita. Mungkin ada gunung-gunung persoalan yang kita hadapi saat ini, dengan iman kita dapat berkata untuk me-nyingkirkan gunung-gunung persoalan (Matius 17:20). Jangan takut ketika kita menghadapi persoalan, kita harus dapat memperkatakan hal-hal yang positif sesuai dengan iman kita.
Kuasa perkataan mempunyai pengaruh terhadap seseorang. Dengan perkataan kita bisa membangun dan dengan perkataan kita juga bisa menghancurkan seseorang. Lucifer adalah malaikat yang dicampakkan oleh Tuhan ke bumi karena dengan perkataannya, ia menyombongkan diri: “Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!” (Yesaya 14:13-14). Tuhan tidak menyayangkan malaikat yang diciptakan-Nya untuk meng-agungkan Dia. Pada waktu malaikat itu bersalah, ia dilemparkan ke neraka, demikianpun orang yang sombong akan dibinasakan (II Petrus 2:4). Hati-hati dengan perkataan kita, jangan sampai kita mengucapkan kata-kata yang tidak memuliakan Tuhan.
Dua belas orang pengintai yang disuruh Musa untuk mengintai negeri Kanaan, sepuluh orang tidak memiliki perkataan iman, mereka tidak berani menghadapi tantangan. Namun dua orang pengintai yaitu Yosua dan Kaleb, mereka memiliki perkataan iman. Mereka berani menghadapi tantangan sehingga mereka dapat meraih kemenangan. (FZA)
Berhasil atau tidak berhasil dalam menjalani hidup
kita tergantung dari kuasa perkataan yang kita ucapkan.
Tags: KUASA PERKATAAN, Pdt. F. Z. Assa
Mazmur 4:1-9
“Banyak orang berkata:
“Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?”
Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!”
(Mazmur 4:7)
Banyak orang tidak bisa melihat orang lain menunjukkan sesuatu yang baik kepada mereka, sehingga Daud bertanya: “Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?” Tak seorang pun yang dapat menunjukkan. Hatinya mengeluh karena tidak ada sesuatupun yang baik yang dapat ia lihat, tetapi kemudian Daud berkata: “Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan.” Kalau tidak ada lagi yang baik yang bisa dilihat, hanya sinar dari Tuhan yang dapat menunjukkan sesuatu yang baik. Hanya Tuhan yang dapat menyatakan kebaikan-Nya kepada orang yang mau mencari wajah-Nya.
Pada ayat selanjutnya, Daud berkata: “Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” Mazmur 4:8. Orang yang hidupnya berkelimpahan, tentu merasa sangat senang. Semuanya berhasil, panennya berhasil, rejekinya banyak, semua pekerjaannya berhasil. Kondisi seperti inilah yang menjadi kebanggaan mereka sehingga mereka bersukacita. Tetapi kemudian Daud berkata: “Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak daripada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.” Jadi kesimpulannya adalah: Sukacita dari Tuhan melebihi segala sukacita di musim panen anggur dan gandum yang berkelimpahan. Bahkan dalam Nehemia 8:11 dikatakan bahwa sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu. Sukacita dari Tuhan lebih baik, lebih mulia, lebih berharga dan lebih dapat dirasakan kehebatannya daripada kekayaan secara jasmani. (AHM)
Sukacita yang dunia berikan bersifat sementara,
tetapi sukacita yang Tuhan berikan kekal selamanya.
Tags: Pdt. A. H. Mandey, SUKACITA DARI TUHAN
Yohanes 13:31-35
Yohanes 15:9-12
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu,
yaitu supaya kamu saling mengasihi;
sama seperti Aku telah mengasihi kamu
demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
(Yohanes 13:34)
Dalam salinan bahasa Inggris mengandung arti: “Engkau harus mengasihi satu dengan yang lain seperti Aku sudah mengasihi engkau, supaya kamu juga saling mengasihi satu dengan yang lain. Dengan inilah semuanya akan mengetahui bahwa engkau adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau engkau sudah mengasihi satu dengan yang lain”. Menjadi orang Kristen dimulai dengan kasih Allah. Karena begitu besar kasih Allah pada seisi dunia ini, sehingga Dia berikan anak-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Segala sesuatu yang diawali di dalam kita, diawali oleh kasih Tuhan. Itu sebabnya, mari kita belajar mengasihi Tuhan. Bukan hanya dengan mulut saja, tetapi kita mengasihi Tuhan dengan apa yang ada pada kita, dengan tingkah laku kita, dengan perbuatan kita.
Kalau kita perhatikan di sekitar kita, mayoritas orang-orang yang kecewa dan tidak dapat memancarkan kasih. Sangat menyedihkan jika ada orang Kristen yang wajahnya tidak memancarkan kasih dan sukacita. Yesus berkata: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yohanes 13:35. Dengan hal inilah, orang akan mengenal bahwa kamu adalah murid-Ku, bukan karena kamu punya mobil, bukan karena kamu punya pabrik, bukan karena kamu punya perusahaan besar orang akan mengenal engkau adalah murid-Ku. Bukan karena engkau pakai kalung salib, bukan karena engkau pakai toga. Tidak! Tetapi, karena engkau sudah saling mengasihi. (JEA)
Saling mengasihi bukan hanya Teori
tetapi harus dapat kita praktekkan.
Tags: Pdt. J. E. Awondatu, SALING MENGASIHI
Hakim-hakim 1:1-10
Kejadian 29:31-35
“Firman TUHAN: ‘Suku Yehudalah yang harus maju;
sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.”
(Hakim-hakim 1:2)
Saat menghadapi peperangan melawan musuh, bangsa Israel datang bertanya pada Tuhan. Bangsa Israel pada waktu itu berdoa kira-kira begini: “Tuhan, pemimpin kami yaitu Musa dan Yosua sudah tidak ada lagi. Jadi siapa di antara suku kami yang harus lebih dulu berjalan di depan untuk menyerang melawan musuh kami?” Lagi-lagi kita melihat doa adalah sesuatu yang penting. Kita dapat memohon atau bertanya kepada Tuhan melalui doa-doa kita. Setelah bangsa Israel bertanya kepada Tuhan, maka datanglah jawaban doa dari Tuhan: “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.” (Hakim-hakim 1:2).
Mengapa bukan Ruben, anak sulung Yakub yang harus berjalan di depan? atau mengapa bukan anak-anak Yakub yang lainnya? Mengapa Yehuda mendapat hak istimewa harus berjalan di depan mereka? Karena nama Yehuda mengandung makna: ‘ucapan syukur kepada Tuhan’. Hal ini dapat kita baca dalam Kejadian 29:35 ” Lea, istri Yakub mengandung lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Tuhan tahu bahwa Lea mengalami banyak penderitaan dalam hidupnya. Tuhan tahu bahwa Lea tidak dicintai Yakub (Kejadian 29:31), tapi dalam keadaan apapun Lea masih tetap dapat mengucap syukur pada Tuhan. Apakah ada di antara kita yang sudah kehilangan ‘cinta’ seseorang? atau telah dilupakan seseorang? atau merasa tidak dihargai oleh orang lain? Janganlah kita kecewa melainkan tetaplah mengucap syukur, karena Tuhan sesungguhnya memperhatikan kita bahkan mau menolong kita. (FZA)
Umat yang tahu mengucap syukur
dan berterima kasih pada Tuhan memperoleh berkat istimewa dari Tuhan.
Tags: DATANG PADA TUHAN DENGAN UCAPAN SYUKUR, Pdt. F. Z. Assa
2 Korintus 12:7-10
“Dan supaya aku jangan meninggikan diri
karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu,
maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku,
yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku,
supaya aku jangan meninggikan diri.”
(2 Korintus 12:7)
Rasul Paulus mempunyai pengalaman yang luar biasa karena di dalam kelemahannya, kuasa Allah menjadi sempurna. Kelemahan yang dimaksudkan Paulus bukanlah kelemahan oleh karena dosa, tetapi kelemahan yang dialami Paulus adanya suatu duri yang ada dalam dagingnya. Kata “duri” dalam bahasa Yunaninya “Skolops” yang berarti “serpihan kayu kecil yang tajam yang masuk ke dalam daging.” Serpihan kayu yang tajam yang masuk dalam daging itu seringkali mau dikeluarkan susah, tetapi jika dibiarkan sangat mengganggu dan terasa sakit. Duri dalam daging yang dialami oleh Paulus berwujud penyakit, tetapi duri itu bukan hanya dalam bentuk penyakit, bisa juga dalam bentuk masalah, persoalan, kesukaran dan bisa juga dalam bentuk keberadaan seseorang yang terdekat justru bisa menjadi duri dalam daging.
Rasul Paulus sampai tiga kali berdoa kepada Tuhan agar duri itu dicabut dari tubuhnya, tetapi jawaban Tuhan: “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi sempurna.” Mengapa Tuhan ijinkan suatu duri itu di dalam daging kita? Supaya jangan kita meninggikan diri/menjadi sombong, karena pengalaman-pengalaman rohani yang Tuhan sudah karuniakan kepada kita. Duri dalam daging Paulus jelas dinyatakan sebagai utusan iblis artinya gangguan iblis yang diizinkan Tuhan berlaku dalam hidup ini. Contoh: Ayub dapat dicobai oleh iblis karena seizin Tuhan dan bila Tuhan tidak izinkan, maka iblis juga tidak bisa mencobainya. (SHP)
Berbagai cobaan dan penderitaan yang kita alami
adalah seizin Tuhan dan tentunya ada maksud Tuhan yang terbaik
supaya kuasa dan kemuliaan-Nya dinyatakan dalam kehidupan kita.
Tags: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno, SUPAYA TIDAK MENINGGIKAN DIRI
Hakim-Hakim 15:14-20
I Korintus 10:1-4
“Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah,
dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.”
(Yeremia 31:25)
Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia diperhadapkan dengan berbagai kesukaran. Ada banyak orang yang merasa lelah dan kehilangan damai sejahtera karena mereka hidup jauh dari Allah. Salah seorang tokoh dalam Alkitab yang mengalami kelelahan adalah Simson. Simson adalah seorang hakim yang pernah memerintah bangsa Israel, dia memukul kalah seribu orang Filistin hanya dengan tulang rahang keledai. Semua itu terjadi karena Roh Tuhan yang sudah berkuasa dalam diri Simson. Tetapi setelah pertempuran itu Simson mengalami kelelahan, dia sangat haus, kemudian ia berseru kepada Tuhan. Sekuat-kuatnya rohani kita, suatu saat kita mengalami kelelahan. Hal itu mungkin saja terjadi karena fisik kita yang sering lemah.
Seringkali kita merasa seorang diri saja saat menghadapi cobaan. Demikian juga yang dirasakan Simson, namun saat itu dia berseru kepada Tuhan untuk meminta pertolongan Tuhan. Kemudian Tuhan membelah batu yang kemudian mengeluarkan air. Bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Setelah minum air itu Simson disegarkan, ia menjadi kuat kembali, dia masih memerintah bangsa Israel dua puluh tahun lagi.
Yesus adalah batu karang rohani (I Korintus 10:4) yang dapat memberikan kesegaran dan kekuatan. Persoalan dan masalah boleh datang, namun Allah sanggup menolong dengan cara-Nya yang ajaib. Kita tidak luput dari keadaan dunia yang dapat membuat kita merasa lelah. Datanglah kepada Yesus, Dia selalu siap menolong kita. Yesus berkata: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”(Yohanes 7:37). (TD)
Datanglah kepada Yesus, batu karang rohani.
Dia sanggup memulihkan setiap orang yang beriman kepada-Nya.
Tags: Pdt. Thomas Dato, YESUS MEMBERI KESEGARAN DAN KEKUATAN
Ulangan 28:1-14
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN,
Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya
yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu,
akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.”
(Ulangan 28:1)
Setiap orang pasti ingin diberkati. Bagi orang yang ingin diberkati, Tuhan memberikan persyaratan, yaitu: engkau harus baik-baik mendengarkan Firman Tuhan dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya. Ada orang yang senang mendengarkan Firman Tuhan, tapi ia tidak mau melakukan Firman Tuhan. Tuhan menghendaki agar kita bukan saja mendengar tapi yang kita dengar itu dapat kita lakukan dengan setia.
Ketika Tuhan menyuruh Abram keluar dari Ur-Kasdim, saat itu Abram sebagai orang sederhana, belum menjadi ‘bangsa yang besar’. Abram taat melakukan perintah Tuhan, ia meninggalkan negerinya dan pergi ke tempat yang tidak ia ketahui sebelumnya. Saat itu Tuhan berjanji bahwa Dia akan membuat Abram menjadi bangsa yang besar. “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” (Kejadian 12:2). Karena ketaatan Abram, semua yang dijanjikan Tuhan itu dapat dialami oleh Abram, namanya kemudian diubah menjadi Abraham dan ia semakin diberkati oleh Tuhan. Abraham menjadi bangsa yang besar dan namanya semakin mashyur.
Pada ayat bacaan, juga ada janji Tuhan bahwa jika engkau setia melakukan perintah-Nya, maka Tuhan akan ‘mengangkat’ engkau… Mungkin saat ini engkau berada di dalam lembah penderitaan tetapi kalau engkau taat dan setia melakukan perintahNya, maka Tuhan akan mengangkat engkau dari ketidak-berdayaanmu. (nest)
Tak ada seorang pun yang dapat menurunkan kita
jika kita taat melakukan Firman-Nya.
Tags: JIKA KITA INGIN DIBERKATI, Pdt. Ernest Kiling
Komentar